Pernah ndak punya temen kantor, ato temen maen, yang kerjanya ngeluuh terus? Sepertinya hidup tampak tidak baik terus buat mereka. Hari-hari elo cuman ngedengerin keluhan mereka terus, padahal mereka ndak sadar bahwa hal-hal yang mereka keluhkan udah lewat berbulan-bulan yang lalu.
Lagi-lagi karena baca sebuah artikel di MetroTV News, gwa jadi kepengen nulis. Gwa kerja di sebuah perusahaan telekomunikasi yang notabene pegawainya sudah pada senior. Dan seperti layaknya organinasi, keragaman manusianya cukup tinggi. So far sih emang kebanyakan rekan-rekan kantor berasal dari pulau Jawa. Entah itu Jawa Barat, Tengah, atau Timur. Kita semua mendapatkan penempatan di Samarinda.
Tahun pertama gwa di Samarinda sepertinya cukup menyenangkan. Ini karena gwa belum terlalu deket dengan rekan-rekan kantor, sehingga mereka juga mungkin masih rada jaim untuk sekedar curhat or mengeluh dengan gwa. Maklum, gwa tetep yang paling muda di barisan ini, hehehe. Masuk tahun kedua, gwa mulai menikmati hidup dengan bergabungnya temen-temen seumuran dan hidup sangat menyenangkan.
Masuk tahun ketiga, mulai deh keluar keluhan-keluhan itu. Mungkin the seniors merasa mereka yang paling lama di lokasi sekarang, dan mereka juga sudah mau dipindahkan balik ke Jawa. Oke, gwa sangat sangat mengerti kondisi mereka ini. Toh ada juga yang sudah hampir 5 tahun terpisah dengan keluarganya. Tapi gwa rasa kayanya ga penting deh kalo terus menerus mengeluhkan keadaan mereka dengan rekan-rekan kantor. Iyalah, kadang keluhan mereka dikamuflasekan ke dalam jokes, tapi tetep aja sih dengernya rada risih, hehehe..
Lalu apa hubungannya dengan artikel yang udah gwa baca? Well, ternyata kalau terus menerus mengeluh akan membuat seseorang yang sudah stress menjadi bertambah stress. Cukup masuk akal. Gwa melihat orang-orang seperti ini bawaannya putus asa dan cenderung tidak mensyukuri apa yang sudah mereka miliki saat ini. Kalau memang buat sendiri yah ndak apa-apa, tapi janganlah juga “memengaruhi” rekan-rekan lainnya. Kemungkinan pengeluh untuk bangkit akan sulit, karena beban di masa lalu terus mereka bawa di keseharian mereka.
Gwa pikir emang paling enak dibawa santai. Gwa pernah denger sebuah cerita. Ada sepasang petani berjalan di jalan di sebuah pedesaan. Kemudian mereka melihat sebuah pengendara sepeda motor. Sepasang petani ini merasa bahwa pengendara sepeda motor ini sangat beruntung karena bisa melaju dengan cepat. Kemudian pengendara sepeda motor ini melihat sebuah mobil mewah melewati pedesaan mereka. Dan pengendara ini juga merasakan betapa beruntungnya orang yang dapat memiliki mobil mewah, karena pasti akan terbebas dari hujan dan lebih cepat tiba di tujuan. Tak lama, hujan pun turun dengan cukup deras. Sepasang petani ini kemudian mengeluarkan payung untuk digunakan berdua. Pemilik mobil mewah ini merasakan betapa bahagianya sepasang petani ini, masih bisa merasakan romantisnya menjadi sepasang suami istri.
Inti dari cerita di atas sebenarnya cukup simple. Jika kita tidak mensyukuri apa yang sudah kita punya, kebahagiaan akan menjadi milik orang lain. Quote ini gwa ambil dari Mario Teguh. And it really inspires me through my whole life.
So, know your happiness.
nice story..thanks