Ndak munafik kok gwa. Kantor gwa ada tv yang selalu disetel setiap hari. Emang terkadang ngeganggu pekerjaan, karena mata ini tak kuasa untuk sekedar melirik apa yang sedang disiarkan. Rupanya dahaga informasi tidak hanya bisa terpenuhi oleh kuping, tetapi juga harus divisualisasikan.
Hari ini, dari pagi sampai tengah hari, sosok GT terus-terusan dibahas. Ya iyalah, wong ketangkep, pasti akan jadi bahan pembicaraan. Seperti layaknya pengungkapan sebuah kasus, pasti akan langsung merembet ke hal-hal yang lain. Mulai dari tunjangan yang diterima oleh pegawai sekelas GT sampai dengan pegawai-pegawai yang menjadi atasannya. APBN kita diserap oleh mereka sampai dengan Rp 4,176 T/tahun. Mantap. Tapi nyatanya? GT ini saja ternyata masih menggelapkan pajak. Muncul pertanyaan, masa sih atasannya ndak ada yang curiga kalo GT mengendarai mobil mewah setiap hari ke kantor? Punya rumah di Pondok Indah? Maaf yah bukan berarti ga boleh, tapi yang disorot oleh mass media tuh hitung-hitungannya. Antara pemasukan dan pengeluaran kurang berimbang. Imbasnya? Semua pegawai yang berada di bawah naungan Kemenkeu jadi dibahas. Termasuk 10 pegawai yang sudah dibebastugaskan, dan salah satunya menjabat direktur. Gosh.
Cuman kepikiran apakah GT ini hanya sekedar kedok saja. Masih inget kemarin kasus Anggodo? Orangnya selalu ada di media massa. Wajah aslinya menghiasi layar-layar kaca kita. Tapi kok GT ini gwa jarang ngeliat yah? Bahkan di semua mass media online yang gwa baca, semua mencantumkan foto yang itu-itu saja (GT berpakaian jas dengan background merah). Terus kalau memang ketangkep, kenapa ndak ada gambarnya? Mungkin karena dia keburu kabur kali yah. Kita tunggu saja, karena baru akan datang sore ini jam 15.00 WIB di bandara Soekarno-Hatta.
Seperti seluruh kasus yang melibatkan KKN di Indonesia, yang terungkap pasti baru yang kecil-kecil saja. Masyarakat diberikan sarapan, makan siang, dan makan malam mengenai update pengusutan kasus tapi jarang ada yang memberikan makanan penutup bahwa mereka sudah ditangkap dan masuk penjara.
Gunung es? Tentunya. Gwa mencoba mencari istilah lain yang lebih gede dari gunung es. Kira-kira apa ya? Terus kapan mencairnya atuh?
Let the time tells then.