Sebenernya ini sih kejadiannya udah agak lama. Sekitaran 3 bulan yang lalu. Baru aja sempet nyeritain di sini. Melak, sebuah kota di bagian Barat provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Barat berbatasan langsung dengan Kalimantan Tengah dan Malaysia di sebelah Utara. Melak merupakan ibukota kabupaten tersebut.
Tidak banyak yang bisa diceritakan mengenai Melak selain SDA-nya yang sangat melimpah, terutama batu bara. Tercatat dua perusahaan batu bara besar bercokol di Melak; Banpu (Thailand) melalui anak perusahaannya Trubaindo Coal Mining, dan Gunung Bayan Pratama Coal, perusahaan batu bara lokal Kalimantan Timur. Dengan dana CSR dari kedua perusahaan tersebut, Melak mulai membangun. Saat ini, jalan utamanya saja sudah mengalahkan Samarinda, ibukota Kalimantan Timur. Kalau dilihat sekilas mirip dengan jalan protokol di Jakarta. Mirip loh yah, bukan sama. Memang pembangunannya masih dalam tahap pengembangan. Sebenernya yang mau diceritain lebih ke kehidupan penduduknya. Kendaraan mewah banyak berseliweran di Melak. Sekedar informasi saja, dengan kecepatan normal, jarak dari Samarinda sampai ke Melak ditempuh dalam waktu 7 jam (kilometer mobil menunjukkan jarak 320 km). Kalo buat gwa, sebuah kota yang agak-agak antah berantah tapi udah ada yang bawa Toyota Harrier CBU, berarti sebenernya nih kota emang makmur. Tapi sayangnya tidak dengan masalah ketersediaan bahan bakarnya. Pompa bensin hanya bisa buka dari jam 07.00 – 09.00 WITA setiap harinya. Kenapa? Karena jatah setiap pompa bensin hanya 2 drum. Ukurannya kurang jelas, tapi itu yang dibilang oleh penjualnya, 2 drum. Ada kok SPBU Pertamina, tapi kalau mau mengantri harus setelah Subuh, hehehe. Agak miris yah. Kalimantan Timur yang menyumbang hampir 1/3 APBN, tapi ternyata masih banyak area-area yang sangat mengalami ketertinggalan seperti ini. Bukannya mau ngesok, tapi kenyataannya seperti ini. Banyak area di Kalimantan Timur yang akhirnya hanya jadi pundi-pundi batu bara yang teteup ngalirnya ke pemerintahan pusat. Sayang banget. Padahal mungkin kalau kekayaan ini dipakai untuk membangung Kalimantan Timur sendiri, bisa jadi negara sendiri kali yah. Hehehe, tapi teteup, SDA melimpah juga harus diimbangin oleh SDM yang dapat meng-handle-nya dengan baik.
Advertisement



bro..
tambahin lagi fotonya dunk;) hehehe
khan disono terkenal ikan pesut ya?
Iya No, tapi kalo mau maen ngeliat ikan pesutnya, perlengkapannya musti lebih lengkap lagi, soalnya kudu ke Hulu Mahakam. Next time kalo ada waktu, ntar gwa bikin part 2-nya. Thanks yah No.
Kemarin tanggal 5-7 Januari 2011 saya ada ke Kubar (Barong Tongkok, Sendawar, Melak, Tering, Long Iram). Memang bensin susah dan panjang antrinya, untuk solar lumayan tersedia. Potensi pariwisatanya besar, hanya saja kurang promosi…